Yayasan Mentari Cerah yang menaungi SMP dan SMA memberi contoh yang baik dengan mendirikan kantin kejujuran. Karena dari kantin yang didirikan pada tahun 1997 ini pengelola kantin mendapatkan untung cukup besar. Kantin yang awalnya dulu bermodalkan Rp. 5 juta sekarang omsetnya telah mencapai Rp. 100 juta.
Sama halnya seperti kantin kejujuran yang lain, di sekolah yang berlokasi di jalan Pesona itu, para siswanya yang membeli jajaj, tidak perlu bertransaksi langsung dengan penjualnya. Mereka mengambil jajan sesuai yang diinginkan, kemudian menaruh uang sesuai harga jajanan.
Untuk mempermudah pembayaran, di kantin Mentari Cerah itu dipasang tulisan "Mohon bayar dengan uang pas". Dengan demikian, penjual tidak perlu repot lagi memberikan uang kembalian. Meskipun begitu, silakan klik disini penjual tetap menyediakan uang recehan sebagai kembalian di kaleng. Bagi pembeli yang uangnya besar, bisa mengambil uang kembalian sendiri.
Karena kantin itu terus berkembang, maka pihak yayasan akhirnya mengubah konsep. Pembeli tak lagi membayar dan mengambil uang kembalian sendiri tapi dilayani ole kasir. Ini karena barang dagangan semakin banyak jumlahnya, tempat jualannya pun diperluas sehingga sirkulasi penjualan sulit.
Kantin kejujuran diterapkan karena ingin mendidik siswa dan siswi yang bersekolah di bawah yayasan Mentari Cerah. Selain itu, tidak diperlukan orang yang menjaga kantin. Tidak ada proses tawar menawar harga karena semua menu sudah ditempeli harga.
Tidak disangka jika konsep kantin kejujuran malah berkembang pesat. Ada harapan kepada para siswa dan siswi untuk tetap mempertahankan kejujuran dan sudah terbukti kalau kantin kejujuran tidak mengalami kerugian tapi malah berkembang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar